Harga Buah Matoa Per Kg

Posted on

Harga Buah Matoa – Pohon matoa adalah jenis pohon kayu dengan batang yang besar dan tinggi. Asal buah ini dari Desa Sere, Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Namun, beberapa wilayah Jawa tengah telah banyak menanam pohon ini. Harga buah Matoa beragam tergantung tempat dan waktu pembelian.

Karakteristik Matoa

Matoa memiliki nama ilmiah Pometia pinnata termasuk ke dalam keluarga Sapindaceae. Karena itu bentuk buahnya mirip dengan rambutan, leci (litchi), dan pulasan.

Buahnya mirip buah pinang dengan ukuran yang lebih kecil dan menggerombol. Dagingnya mirip dengan daging Rambutan tetapi lebih pulen dan kering.

Rasa buah ini merupakan campuran rasa rambutan, durian, dan kelengkeng. Benar-benar rasa yang sangat unik. Warna buahnya hijau saat masih muda dan berubah kekuningan saat mulai matang.

Matoa dikenal sebagai buah khas Papua Barat. Namun, beberapa daerah di Jawa tengah juga banyak ditumbuhi pohon ini. diantaranya yaitu wilayah Muria Kudus, Pati, dan beberapa daerah di Sulawesi dan Maluku.

Di Muria ada 4.500 – 5000 pohon Matoa yang tumbuh. Pada awalnya ada seseorang dari Papua yang membawanya. Warga Muria mulai ramai-ramai menanam setelah merasakan rasanya yang enak.

Ketahana buah ini adalah 10 hari setelah matang. Apabila disimpan di dalam pendingin bisa bertahan hingga 20 hari.

Matoa sebagai Varietas Unggul

Pada tahun 2006 berdasarkan Himpinan Peraturan Menteri Pertanian 2006, buah Matoa telah dilepas sebagai buah varietas unggul.

Keunggulan Matoa varietas Papua yaitu daging buahnya lebih tebal sehingga lebih kenyal dan mudah dilepas saat dimakan. Rasanya lebih kuat dibandingkan dengan varietas Jawa. Kulit luarnyapun lebih tebal.

Ada dua jenis buah Matoa yang umum dikenal yaitu Matoa Kelapa dan Matoa Papeda. Matoa Kelapa memiliki daging yang kenyal dan kandungan airnya tak terlalu banyak. Sedangkan Matoa Papeda dagingnya lebih lembek, berair dan lengket.

Harga Buah Matoa

Update harga buah matoa tahun 2017 beragam tergantung tempat dan waktu pembelian. Di wilayah Bandung berkisar Rp. 60.000 – Rp. 70.000,-.

Di Mojokerto kisaran Rp. 50.000 – Rp. 60.000.

Sedangkan di Jepara, Kudus, Demak harga Matoa berkisar Rp. 45.000 – Rp. 50.000.

Di Supermarket Jakarta Matoa dijual dengan harga Rp. 50.000 – Rp. 60.000.

Di Papua barat harga buah Matoa per 1 kg berkisar Rp. 20.000 di tingkat petani.

Harga buah Matoa di pasaran setelahnya akan naik cukup signifikan. Di Kudus, harga dari pengepul untuk harga Matoa kualitas super yaitu Rp20.000/kg.

Sedangkan harga buah Matoa berkualitas biasa paling rendah Rp14.000/kg.

Kualitas super cirinya buah seukuran telur ayam dan matang sempurna. Bila varian kuning, kulit buah mesti benar-benar kuning. Sedangkan varian merah mesti berwarna merah penuh.

Peminat buah Matoa Papua cukup tinggi. Banyak konsumen yang rela memesan jarak jauh demi mendapatkan buah ini. ditambah dengan harganya yang mahal, pohon matoa adalah pohon investasi.

Pendistribusian Matoa

Saat musim panen tiba para pengepul berkeliling desa-desa yang ditumbuhi banyak pohon Matoa. Transaksi jual beli dilakukan saat pengepul melihat calon-calon pohon yang akan panen mulai berbuah kecil-kecil.

Pembayaran dilakukan borongan dihitung perpohon. Sistem ini disebut sebagai sistem Ijon. Sistem seperti ini banyak dilakukan di daerah Pati, Kudus, dan Demak. Menurut Suwadi, warga Desa Bageng, satu buah pohon Matoa yang berumur di atas 10 tahun dihargai Rp. 1,5 juta.

Semenjak transaksi disepakati maka perawatan pohon beralih ke para pengepul. Ancaman paling serius adalah serangan kelelelawar.

Buah yang masih hijau dibungkusi dengan jaring. Pohon Matoa termasuk ke tanaman nonklimaterik. Artinya buah Matoa harus matang pohon karena pematangan berhenti seketika dipetik.

Satu buah pohon bisa menghasilkan 300 – 500 kg buah Matoa. Satu pengepul bisa mendapat puluhan pohon Matoa. Hasil dari panen kemudian didistribusikan ke pemasok buah dan pasar swalayan di daerah Jawa Tengah seperti Semarang, Batang, Pekalongan, Tegal dan Jakarta.

Pendistribusian buah Matoa juga dilakukan ke luar Jawa seperti bahkan Padang (Sumatera Barat). Matoa berkulit merah paling disukai pemasok buah dan pasar swalayan karena warnanya lebih menarik.

Pembudidayaan Buah Matoa

Pembudidayaan pohon Matoa dapat dilakukan dengan menanam biji, cangkok, sambung, dan stek. Tumbuhan Matoa yang ditanam dengan biji sebaiknya disemai dulu di Polybag. Baru saat sudah siap dipindahkan ke kebun.

Meskipun bisa ditanam di daerah dataran rendah, pohon Matoa yang ditanam di dataran tinggi menghasilkan buah yang lebih baik namun masih di bawah ketinggian 800 m dpl.

Pohon Matoa yang dapat dipanen adalah yang tumbuh hingga ketinggian 800 meter dpl. Pohon Matoa yang tumbuh di atas 800 meter dpl buahnya hambar.

Masa berbunga terjadi pada bulan Juli – Oktober. Tiga bulan kemudian baru pohon Pohon Matoa berbuah yaitu sekitar bulan November – Februari.

Matoa tumbuh baik di daerah dengan curah hujan tinggi tapi tanahnya tidak tergenang. Pohon Matoa cendeung kuat dengan hama.

Beberapa petani buah Matoa juga menjual biji buah Matoa. Seperti yang dilakukan oleh Prakoso warga Kudus.

Dia mengumpukan biji-biji buah Matoa dari buah yang jatuh. Hasil dari pengumpulan biji ini dia jual dan ada yang dipasok untuk sebuah perusahaan rokok ternama di Kudus.

Di daerah Kudus dan Pati, ada kebun Matoa yang dibudidayakan secara intensif. Secara berkala dedaunan dan ranting pohon-pohon Matoa dipangkas sehingga pohon tumbuh tidak terlalu tinggi. Aktifitas panen pun menjadi lebih mudah karena tidak perlu memanjat terlalu tinggi.

Serba Serbi Matoa

Buah Matoa adalah salah satu sumbe vitamin C yang kaya. Mirip dengan durian, Matoa memiliki kandungan glukosa jenuh sehingga apabila kebanyakan mengkonsumsinya bisa terasa teler.

Pohon Matoa sebelumnya hanya pohon liar. Namun, semenjak presiden Indonesia waktu itu Megawati akhirnya Matoa mulai dilirik.

Ada banyak sebutan untuk buah Matoa. Di Papua New Guinea, buah matoa dikenal dengan sebutan Taun.

Sedangkan di daerah-daerah lain ada yang menyebut, antara lain : Ganggo, Jagir, Jampania, Kasai, Kase, Kungkil, Lamusi, Lanteneng, Lengsar, Mutoa, Pakam, Sapen, Tawan, Tawang dan Wusel. Artinya, buah ini sebenarnya juga dijumpai di daerah-daerah lain di Indonesia.

Pohon Matoa adalah contoh pohon asli Indonesia yang memmiliki karakteristik dan rasa yang unik. Popularitas pohon Matoa semakin meluas.

Tidak menuutp kemungkinan Matoa dapat dibudidayakan lebih baik dan menjadi komoditas ekspor. Harga buah Matowa terbilang cukup tinggi. Hal ini justru menjadikan penanaman pohon Matoa sebagai investasi.

Jadi penasaran ingin mencobanya ya, atau anda sudah? Ceritakan pengalaman anda dibawah yaa

Incoming search terms:

  • harga buah matoa
  • Buah matoa
  • harga matoa
  • harga matoa per kg
  • harga matoa per kilo
  • harga buah matoa sekilo
  • harga buah matoa di superindo
  • buah mateo
  • Harga matoa di peka
  • harga buah matoa 1 kg

16 thoughts on “Harga Buah Matoa Per Kg

  1. Sy ingin membeli buah matoa tp saya jual lagii, barangkali ada supllier buah matoa yg bs di percaya utk pngiriman dibali
    Serius , no tipu” wa 085779267558

  2. Saya ada matoa super. Wilayah Bandung. Harga bisa di nego, dan dibawah harga yg di-posting. Minat WA. 081359443398

  3. Bissmillah
    Saya Dian Dr kota serang butuh supplier buah matoa yg amanah&terpercaya utk di jual kembali di daerah kota saya! Ini no WA saya 081283551984
    Mohon informasi ny, trimakasih banyak sebelumny?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *