Harga Buah Markisa

Posted on

Harga Buah Markisa – Pohon ini sebenarnya bukan tanaman asli Indonesia. Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan. Untuk mendapat hasil buah yang baik, tanaman ini harus ditanam di daerah dengan ketingggian minimal 800 m dpl.

Karena itu, tanaman ini sangat jarang yang dibudidayakan untuk tujuan komersil. Hal ini membuat harga buah Markisa masih relatif tinggi dan tidak stabil.

Daerah-daerah Indonesia yang menjadi sentra penghasil Markisa antara lain Propinsi Sulawesi Selatan (Gowa, Sinjai, Tana Toraja dan Polewali Mamasa), Sumatera Utara (Kabupaten Karo), Sumatera Barat (Solok) dan Lampung.

Varietas paling banyak yang dibudidayakan di Indonesai yaitu jenis Markisa Ungu (Edulis). Markisa ini rentan dengan hama berupa Nematoda, akarnya kurang kuat, dan memiliki musim panen. Karakter tanaman Markisa yang seperti itu membuat produktifitasnya rendah.

Waktu-waktu panennya terbagi menjadi beberapa waktu yaitu pada bulan November sampai April. Puncak panen terjadi pada bulan Desember – Januari.

Buah Markisa di Pasaran

Buah ini semakin digemari tak hanya di Indonesia tapi juga oleh konsumen luar negeri. Negara-negara Barat banyak yang menggandrungi sirup Markisa karena rasa dan aromanya.

Namun, di pasar global, kita harus bersaing dengan beberapa negara penghasil Markisa. Diantaranya yaitu Amerika Selatan seperti Kolombia, Ekuador, Brazil, Argentina dan Peru, kemudian ada juga beberapa negara dari benua Afrika seperti Kenya, Zimbabwe, Burundi dan Afrika Selatan.

Sedangkan dari benua Asia dan Australia, ada Australia, New Zealand, India, Indonesia, Malaysia, Thailand dan Philipina.

Varietas Flavicarpa banyak diproduksi oleh Brasil, Kolumbia, Ekuador dan Peru. Negara-negara tersebutlah yang menguasai pasar buah Markisa dunia. Mereka mampu memproduksi buah hingga 12,000 ton per tahun.

Area perkebunan buahnya sendiri di Brasil terhitung sangat luas melingkupi 40,000 ha dengan produksi 450,000 ton.

Kenya adalah negara penghasil buah terbesar di Afrika. Produksi Markisa yang diekspor ke Eropa dan Asia mencapai 1.120 ton per tahun.

Negara utama pengimpor buah dari Kenya adalah Belanda, Inggris, Belanda dan Perancis.

Sejauh ini, Indonesia mengekspor bibit, buah, pulp dan sirup ke Amerika Utara (Amerika Serikat dan Kanada), Eropa (Belanda, Jerman dan Inggris), Amerika Selatan (Brasil, Chile dan Argentina), Australia dan beberapa negara Asia (Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Bahrain dan Kuwait).

Ekspor sari buah Markisa dalam bentuk single strength dan frozen concentrate ditujukan ke Australia. Sedangkan pasar Malaysia dan Singapura lebih berminat dalam bentuk jus. Tidak diekspornya dalam bentuk buah karena karakter kulitnya yang mudah mengeriput.

Harga Markisa di pasaran cenderung tidak stabil. Hal ini bisa diakibatkan oleh banyaknya negara penghasil Markisa yang mengalami panen raya sehingga harga jatuh. Sebagai contoh, pada tahun 2004 harga Markisa sebesar US$ 7000.

Di tahun berikutnya, harga buahnya hanya US$ 3000. Namun di tahun 2009 sari Markisa dihargai USD$ 11.000. setelahnya, rata-rata harga di kisaran US$ 6000 – 7000 Per ton.

Kendala Produktivitas Markisa

Di Indonesia markisa lebih banyak di konsumsi sebagai sari buah dari pada dimakan dalam bentuk buah segar.

Permintaan konsumen dalam negeri cenderung meningkat setiap tahunnya. Namun sebagaimana dijelaskan di atas, produktivitas buah Markisa masih menemui banyak kendala. Hal ini juga berpengaruh pada harga Markisa di pasaran.

Untuk menguatkan posisi Markisa di pasaran, di Sulawesi Selatan dikembangkan metode sambung batang. Sambung batang adalah metode yang menggabungkan batang markisa varietas Edulis dengan Flavicarpa.

Varietas Edulis berada di atas dikarenakan kelemahan pada akarnya dan Flavicarpa berada di bawaah.

Melalui metode ini, daerah penghasil buah markisa dapat memanennya sepanjang tahun. Metode ini berhasil mendongkrak produksi hingga 20 – 30 ton per tahun.

Naik tiga kali lipat dibandingkan menggantungkan hanya pada varietas Edulis dengan produktivitas 5 – 10 ton per tahun.

Kendala lain bagi tanaman ini yaitu adanya serangan hama lalat buah dan penyakit tanaman. Yang sering terjadi yaitu jamur akar putih. Serangan jamur dan hama kerap membuat petani gagal panen.

Sejauh ini usaha untuk pengendalian Jamur para petani menggunakan jamur Trichoderma. Jamur ini dibuat sendiri oleh para petani dengan media Jagung pecah dan Pipil. Untuk menangani lalat buah diguanakan metode sederhana dengan membungkus buah dengan plastik.

Produksi Markisa per pohon dalam kondisi yang baik idealnya mencapai 20 – 30 kg. Namun, karena gangguan-gangguan di atas per pohon hanya bisa menghasilkan 5 – 10 kg.
Markisa Besar

Nama latin dari Markisa Besar yaitu Passiflora Quadrangularis. Banyak orang menanam jenis ini sebagai tanaman hias. Tanaman ini termasuk tanaman menjalar dengan panjang bisa sampai 10 m.

Penanaman buah Markisa Besar relatif lebih mudah. Tanaman ini dapat ditanam di dataran tinggi dan rendah. Tanah yang digunakan bisa dengan tanah biasa maupun tanah humus. Tanaman membutuhkan sinar matahari yang cukup sehingga harus ditaruh di area terbuka.

Markisa besar memang unik. Buahnya berukuran sangat besar, dengan bentuk yang eksotis. Bentuk buah Markisa berbentuk lonjong dengan panjang bisa mencapai 20 – 30 cm, diameternya antara 10 – 15 cm dan berat 3 – 5 kg.

Buahnya berwarna hijau dan apabila masak berubah kekuningan. Walaupun terlihat menggiurkan, namun rasa Markisa Besar asam dan tawar.

Aromanya pun tidak se-khas dan sekuat jenis Markisa lainnya. jarang sekali orang yang mencari jenis Markisa ini untuk keperluan konsumsi. Harga Markisa besar per kilo dihargai Rp. 3000.

Manfaat Markisa

Markisa berkhasiat untuk menenagkan syaraf. Hal ini dikarenakan kandungan Passiflorance yang terkandung di dalamnya.

Selain itu, Markisa dikenal sebagai buah yang bisa meningkatkan nafsu makan, panas dalam, penambah stamina setelah skait, dan bisa menaikkan produktivitas ASI.

Jumlah peminat buah ini semakin bertambah dari tahun ke tahun. Namun di sisi lain, pembudidayaan buah Markisa masih banyak mengalami tantangan.

Diantara kendalanya yaitu varietas Markisa di Indonesia yang masih belum unggul dan rentanya terhadap hama. Apabila kendala-kendala ini dapat diatasi lebih masif, harga pasaran buah Markisa akan lebih stabil.

Harga Buah Markisa di Pasar Lokal

Sejak pertengahan tahun 2016 harga-buahan baik lokal maupun impor mengalami kenaikan. Memasuki tahun 2017 harga buah di banyak pasar-pasar tradsional dan supermarket pun mengalami kenaikan yang lebih signifikan. Kenaikan harga di pasar Jatiwangi rata-rata mencapai Rp. 5000 – Rp. 10.000.

Harga buah Markisa per kilo mengalami kenaikan dari Rp. 24.000,- menjadi Rp. 28.000,-. Di Pasar minggu harga Markisa per kilo dibandrol Rp. 26.000,-. saja harga Pir Jambu yang semula Rp. 35.000,- kini mencapai Rp. 40.000. Pir Fuji dari harga Rp. 30.000,- menjadi rp. 35.000,-. Pepaya Kalifornia naik dari Rp. 7000,- per kilogram menjadi Rp. 8.000.

Incoming search terms:

  • harga buah markisa
  • Harga markisa
  • Harga buah markisa per kilo
  • Harga markisa per kg
  • harga buah markisa terbaru
  • harga buah marqisa
  • Harga buah markisa per kg
  • harga markisa per kilo
  • harga pasaran markisa
  • Markisa australi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *